Ini
adalah kisah nyata dari pengalaman pribadi saya, dengan harapan agar
kisah saya dapat dijadikan motivator bagi rekan-rekan yang mengalami
nasib serupa saya.
Sebelumnya, saya pun bukanlah orang yang religi. shalat jarang saya
laksanakan, apalagi puasa. saat shalat jumat saya malah nongkrong di
tempat lain dan sering meremehkan orang yang melaksanakan shalat. saya
malah sempat berujar ” hei, ngapain sih shalat? emang kalo beres shalat
ada yang ngasih duit??”
Tetapi saat saya ditimpa bencana finansial karena tagihan saya,
bukannya sadar, saya malah marah ama Allah. Di saat anak saya
membutuhkan susu dan pampers, uang sekolah, dan saya tidak bisa
memenuhinya, saya malah marah ama Allah. ” Ya Allah , tega bener kamu
menelantarkan keluarga saya!!”
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, istri saya berjualan tas
sedangkan saya berjualan telur asin. Hasilnya jelas jauh dari cukup
sampai suatu hari saya menonton acara Yusuf Mansur yang mengatakan bahwa
hutang adalah salah satu belitan dari ular berkepala sembilan yang
diakibatkan kita sering meninggalkan shalat.
Di saat itu , saya seperti diberi hidayah dan langsung mendisiplinkan
shalat saya, termasuk shalat dhuha. Diri saya pun seperti haus ilmu dan
selalu mencari tambahan ilmu baik dari majelis taklim maupun dari acara
di TV.
Awalnya memang tidak terjadi sesuatu, tapi saya ingat ucapan Yusuf
Mansur, kalau kita udah kelamaan tidak melaksanakan shalat, maka ada
proses untuk penghapusan dosa dulu untuk menghilangkan pembatas antara
kita dengan Allah, barulah Insya Allah keinginan kita terpenuhi.
Selama hampir satu tahun, kondisi keuangan saya tidak berubah.
Kebutuhan sehari-hari pun disupply oleh istri saya yang pada akhirnya
malah menggunakan uang modal yang mengakibatkan tidak dapat berjualan
lagi.
Tetapi Alhamdulillah, saya tetap yakin akan pertolongan dari Allah.
Dan justru setelah saya mulai berhenti main hitung-hitungan dengan
Allah, maksudnya saya ngitung kalo saya shalat kudu dapet rejeki, justru
disanalah rejeki mulai bertebaran. meskipun saya masih belum
mendapatkan penghasilan dari kantor saya, tapi rejeki berdatangan dari
sana sini.
Sering sekali saya berangkat dari rumah tanpa membawa uang sepeser
pun dan Alhamdulillah saat pulang saya dapat membawa uang untuk
kebutuhan hidup. hutang pun meski belum terbayar, tapi saya merasa
sangat diringankan dengan berkurangnya telepon dari debt collector, dll.
Yang sempat bikin saya terenyuh, pernah ketika ada rapat di kantor
dan saat maghrib saya melaksanakan shalat di mushola. Saat selesai
shalat, tiba-tiba di belakang ada rekan saya yang langsung menyerahkan
amplop, uang rapat katanya. Langsung saya teringat akan ucapan dulu yang
meremehkan rekan yang shalat dan saya pun langsung tersungkur memohon
ampun dari Allah SWT.
Inti dari cerita ini adalah, semakin kita menggantungkan hidup kita
hanya kepada Allah SWT, semakin kita akan merasakan bantuan dari Allah
SWT. percayalah…






0 komentar:
Posting Komentar