Hadits di atas hampir semua orang tahu, tetapi sangat sedikit yang
mengindahkannya. Seringkali malah hanya jadi bahan candaan belaka. Buat
lucu-lucuan. Astaghfirullahal adzim.
Apa yang terjadi ketika sunah Rasulullah ini diabaikan ? Kerusakan
moral yang begitu masif telah terjadi, baik di kalangan remaja ataupun
orangtua. Segalanya berawal ketika seorang laki-laki berduaan dengan
wanita tanpa mahromnya. Ketika merasa aman berduaan saja tanpa menyadari
sesungguhnya syaithan menjadi orang ketiga di.antara mereka. Tentu saja
setan tidak hanya jadi obat nyamuk diantara mereka tetapi setan menjadi
katalisator terjadinya kemaksiatan. Setan akan mengipasi-ngipasi dan
menghias-hiasi sehingga nampak indah dan menyenangkan apa yang mereka
lakukan. Maka yang awalnya hanya duduk berdua, mengobrol biasa saja,
semakin lama akan duduk semakin dekat kemudian berpegangan tangan dan
seterusnya hingga mereka tanpa terasa telah terseret bujukan setan
hingga dosa besar pun dikerjakan tanpa sadar bahkan mungkin tanpa
penyesalan. Begitu mudah dosa besar dikerjakan dan sudah begitu banyak
korban, tetapi banyak orang tak kunjung sadar.
Kebebasan pergaulan sekarang ini yang berakibat pada kebebasan
seksual di luar pernikahan bisa di cegah jika para orangtua menjalankan
sunah Rasul ini, mereka mengawasi dan tidak membiarkan putra putrinya
untuk bebas berduaan tanpa pengawasan. Baik di dunia maya maupun
nyata, karena keduanya sama berbahayanya. Ketika seseorang merasa tak
ada yang mengawasi maka mereka akan cenderung berbuat yang tak
seharusnya.
Tentu saja larangan tak akan efektif tanpa penjelasan dan
pengkondisian sebelumnya. Tugas orangtua adalah memberi pengertian sejak
mereka kanak-kanak tentang perbedaan laki-laki dan perempuan, tidak
membiarkan anak perempuan tidur bareng anak laki-laki, dan memberikan
batas-batas pergaulan yang sesuai syariat terutama menjelang mereka
memasuki usia pubertas. Yang tak kalah pentingnya adalah keteladanan
dari orangtua, ketika mereka melihat bagaimana ibunya menjaga diri
ketika menghadapi tamu laki-laki atau tetangga laki-laki maka mereka
akan melihat contoh nyata sehingga ketika disampaikan larangan tersebut
mereka bisa memahami dan tahu bagaimana menjalaninya.
Sungguh Allah melalui RasulNya telah memberi jalan yang mudah dan
sederhana untuk mengatasi kerusakan moral seburuk apapun, tinggal tekad
dan kemauan kita. Belum cukup burukkah keadaan sekarang ini sehingga
kita masih merasa aman untuk tidak berbuat apapun?






0 komentar:
Posting Komentar